Guru Kehilangan Tongkatnya

Ketika emosional guru meletupkan ayunan tangannya, siswa dan orangtuanya protes, bahkan atasannya ikut menyalahkan. Sebaliknya, ketika siswa memukul sang guru, suara para orangtua seperti slogan salah satu otomotif; nyaris tak terdengar. Seperti itukah gap antara guru dan orangtua?! Bukankah seharusnya antara guru dan orangtua tercipta kerjasama yang baik untuk secara bersama-sama mendidik putra-putri bangsa ini?! Sebagaimana dalam rumah tangga, kerjasama itu akan tercipta bila kedua belah pihak seia-sekata, satu visi dan misi, serta tidak saling menyalahkan. Anak sendiri akan bingung bila mendapati sesuatu -selengkapnya…>