Keluarga Perempuan Rasulullah

keluarga-perempuan-rasulullah

Penulis: Fathi Fawzi dan Widad Sakakini

Penerjemah : Khalifurrahman Fath

ISBN:978-979-024-264-7

Ukuran: 13 x 20,5 cm

Halaman: 436 h/Imperial

Terbit: Januari 2011

Sejak lahir, lalu ditinggal mati kedua orangtuanya sampai kemudian menikah, Allah menakdirkan Rasulullah dikelilingi para wanita. Hikmahnya ia mengenali hakikat dan watak dasar wanita. Rasul mengenal wanita sebagai pemberi air susu, pengayom, pendidik, sahabat, dan pemberi keturunan. Bahkan, kala peradaban Arab dan dua peradaban besar dunia saat itu, Romawi dan Persia, menganggap wanita semata-mata aksesoris, Islam memuliakan posisi mereka dan melibatkan mereka dalam gerak sejarah peradaban Islam.

Buku ini mengabadikan romantika hidup para ibu, istri, dan putri Rasulullah. Bagaimana ibu-ibu hebat—seperti Aminah (ibu kandung), Umm Aiman (perawat), Halimah al-Sa‘diyah (ibu asuh), Fatimah binti Asad (istri Abu Thalib), Syifa binti Auf (bidan Rasulullah),  dan Tsuaibah (ibu susuan Nabi)— melahirkan dan membesarkan seorang pemimpin yang hebat?

Bagaimana istri-istri dan putri-putri Nabi—dengan kelebihan masing-masing—memainkan peran untuk mewarnai laju komunitas dan peradaban Islam. Bagaimana mereka tampil menyempurnakan kemuliaan dan keagungan Muhammad sebagai pemimpin umat manusia?
Ditopang referensi yang kaya dan tepercaya, Anda akan menikmati banyak kisah menarik pada wanita-wanita mulia ini selama menemani Rasulullah: kisah-kisah yang sarat dengan pelajaran, hikmah, dan keajaiban yang kadang jarang kita simak. Dengan tutur-cerita yang lincah, Anda juga diajak menyusuri fase-fase penting kehidupan Rasulullah.

Banyak pelajaran dari kisah hidup mereka yang pantas jadi pendorong semangat kita untuk bangkit dan jadi dongeng pengantar tidur bagi putra-putri kita. Dari mereka kita juga belajar makna mementingkan orang lain, kesetiaan, juga  ayat-ayat takwa dan perjuangan.

Pujian:

Buku ini harus disimak generasi baru yang butuh bacaan bermanfaat. Sumber rujukan tema ini masih langka. Pada zaman ini mereka harus membekali diri dengan pengetahuan yang baik tentang sejarah “para wanita mulia”.
—Widad Sakakini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s